Tampilkan postingan dengan label Korea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Korea. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Januari 2015

Love for Sae Na : One Thing After Another and Rival in Love



Judul : Love for Sae Na 3
Nama Penulis : Hyun-Suk Yu
Penerjemah : Febriani Elfida Trihtarani
Penyunting : Olipayoe
Penata Sampul : Petrus Sonny
Pemeriksa Aksara : Tiasty and Septi Ws.
Penata Aksara : Andrianus Adhistama
Penerbit : Bentang Belia
Tanggal Terbit : November 2013
Edisi : Cetakan Pertama
ISBN : 978-602-7975-31-6





Yang ini adalah seri ketiga dan yang terakhir yang aku punya *hiks. Tapi untungnya Han Eum cukup banyak muncul disini jadi rasa kecewa aku sedikit terobati akibat di seri kedua kurang banyak muncul. Ya, walaupun masih banyakan Cheon Pung sama Do Ryeon sih *hehe.

“Satu kebohongan akan membuat kita terus menciptakan kebohongan lain.”

Nah, inilah yang dilakukan oleh Sae Na, setelah berbohong bahwa Cheon Pung mantan pacarnya dan Do Ryeon adalah pacar barunya, masalah lain timbul. Yah, mungkin ini karma buat Sae Na kali ya, karena sudah mempermainkan banyak cowok!

Akibat permintaan Sae Na yang ingin berpacaran dengan Do Ryeon —Ketua Flower Boys, membuatnya harus rela membuat surprise party, karena semua pacar Do Ryeon selalu mengadakan pesta ulang tahun untuk laki-laki itu.

Tapi alih-alih membuat surprise party yang mendatangkan banyak tamu dengan kue ulang tahun yang besar serta pesta yang meriah, Sae Na malah mengajak Do Ryeon dan yang lainnya untuk bekerja sukarela di Panti Jompo akibat saran dari Cheon Pung.

Tapi setelah kejadian itu, bukannya malah terlepas dari Do Ryeon, Sae Na dianggap oleh Do Ryeon sebagai gadis yang memang dengan tulus mencintainya. Rumit sekali ya percintaan Sae Na, padahal dia berniat ingin mendapatkan hati Han Eum, eh ternyata salah jalan *hehe.

“Kakakku mungkin terobsesi denganmu karena aku. Dia itu selalu menyukai apa yang aku suka.” —Han Eum

Aku selalu terpesona dengan tokoh Han Eum dalam manga ini. Cuek dan terkesan misterius. Dari pandanganku sih, sebenarnya Han Eum juga mencintai Sae Na.

Disini juga akhirnya sebuah rahasia terbongkar. Cukup terkejut juga sih dengan kedatangan Rabin— pacar Han Eum. Ternyata Rabin dulu juga punya hubungan dengan Cheong Pung. Astaga, apalagi ini! Okay, buat kalian yang penasaran. Segera baca deh, pokoknya aku jamin pasti pada ngakak, really.

“Lagu adalah sihir yang dapat menyembuhkan sakit hati dan badan.” —Do Ryeon

Minggu, 18 Januari 2015

Love for Sae Na : Pertemuan dengan A.L.T.I dan Kebohongan



Judul : Love for Sae Na 1
Nama Penulis : Hyun-Suk Yu
Penerjemah : Febriani Elfida Trihtarani
Penyunting : Olipayoe
Penata Sampul : Petrus Sonny
Pemeriksa Aksara : Intari Dyah Pramudita & Fitriana
Penata Aksara : Andrianus Adhistama
Penerbit : Bentang Belia
Tanggal Terbit : Agustus 2013
Edisi : Cetakan Pertama
ISBN : 978-602-7975-29-3





Love for Sae Na yang ditulis/digambar oleh Hyuk-Suk Yu ini merupakan kumpulan cerita pendek yang sama dan berseri. Semuanya berjumlah lima-cerita beserta behind story. Kira-Kira ada 5 seri manga Love for Sae Na ini, tapi saya masih punya 3 seri.

Mungkin bagi sebagian orang mempunyai seorang adik adalah kebahagiaan yang tak terkira, tapi beda dengan Sae Na, gadis yang masih duduk dibangku kelas 2 SMP ini harus merelakan masa remajanya yang biasa dihabiskan untuk janjian dengan teman dan main bersama menjadi pengasuh adiknya sendiri. Apalagi saat seorang laki-laki mengatainya Jorok + Tante-Tante + Pengemis di sebuah pusat perbelanjaan hanya karena dia memungut permen miliknya sendiri yang terjatuh, hayo siapa yang nggak marah coba kalau dikatai begitu? *hehe.

 Tapi bukan Sae Na, kalau nggak balas dendam dengan perlakuan laki-laki itu. Dengan sekuat tenaga, PLUKK!! Dia melempari wajah laki-laki yang mengatainya itu dengan popok adik bungsunya. Mission complete!!

Alur ceritanya bikin ngakak terus. Apalagi sikap Sae Na yang bisa dibilang menggelikan sekaligus adik bungsunya yang imut abiss. Aku suka Don-i dan juga Han Eum. Apalagi saat kebohongan demi kebohongan dilakukan oleh Sae Na. Ilustrasinya juga cukup bagus dan bisa bikin ketawa-ketawa sendiri gara-gara lucunya ilustrasi yang digambarkan oleh penulis.

Sabtu, 27 Desember 2014

A Long Visit —Perjuangan Ibu untuk Anak tercintanya.




Title : A Long Visit
Release Date : 22 April 2010
Asal : Korea Selatan
Genre : Drama, Family
Direktur : Yup Sung Yoo
Dibintangi : Kim Hae Sook, Jin Hee Park, Jin Yeong Jo, Saeng Mu Lee, Jung Young Ki, Ha Min Ki, Sun Choi Young, Baek Jin Ki
Production : Dong-A Exports, Island Pictures


“Tidak ada yang lebih berharga daripada seorang anak. Tidak ada orang tua yang rela anaknya menderita.” — A Long Visit

Dari kutipan di atas, sudah jelas bahwa ibu, dimanapun berada dan di seluruh dunia ini tidak akan rela anaknya menderita. Dia akan melakukan apapun untuk kebahagiaan anaknya, walaupun dia sendiri harus rela merendahkan diri. Sama seperti yang diceritakan dalam film A Long Visit.

Saya salah satu orang yang sangat menyukai drama maupun film Korea Selatan. Dan ini adalah salah satu film yang membuat saya tidak henti-hentinya meneteskan airmata untuk kesekian kalinya karena cerita dalam film ini. Siapa kira-kira yang tidak akan menangis ketika menonton sebuah film yang bercerita tentang ibu! Apalagi seorang ibu yang berjuang keras demi kebahagiaan anaknya!

Berawal dari seorang kakak laki-laki salah satu Universitas tahun lalu yang memberikan film ini kepada saya saat sedang Prakerin (Praktek Kerja Industri). Dia berkata film ini bagus dan bisa buat menangis. Jadi tanpa pikir panjang, saya dan teman saya langsung menontonnya. Dan memang benar, kami bertiga tidak bisa menahan air mata yang langsung disambut tatapan heran para mahasiswa lainnya. Maklum, saat itu mereka sedang praktek, sedangkan kami yang ada dibelakangnya, menagis sesenggukan sambil berharap semoga tidak ada yang menoleh kebelakang.

“Kapanpun aku sedang susah, ibu selalu menghiburku. Jika aku menangis, ibu menangis lebih dariku. Saat aku sedang sedih, hatinya pasti ikut sedih. Itulah seorang ibu.” — A Long Visit

           
Sedikit bocoran ceritanya ya, buat yang pada penasaran sama film ini :
           
Alur cerita film ini mundur yaitu bercerita tentang seorang wanita bernama Jisuk (Park Jin Hee) yang sedang menempuh perjalanan jauh menemui ibunya (Kim Hae Suk) dan mengenang masa kecilnya. Tentang bagaimana ibunya menyayanginya dan menjaganya dengan alasan kakak perempuannya yang telah meninggal, berbeda dengan adik laki-lakinya yang sering dimarahi. Tentang bagaimana ayahnya yang sering memukuli ibunya jika dalam kondisi mabuk. Juga tentang dirinya yang tidak ingin menikah karena takut jika dia akan mendapat perlakuan yang sama dengan yang ibunya dapatkan dari ayahnya.

Kesan pertama setelah melihat film ini, nggak bisa berkata-kata. Film ini benar-benar “Touch my Heart”, Trust me. Film ini seperti kisah nyata yang tidak ada kesan berlebihan di dalamnya. Isi cerita dibuat senatural mungkin, seperti di kehidupan sehari-hari.

Konflik ceritanya dalam dan mampu membuat emosi saya naik turun seperti Roller Coaster : Kadang tertawa ngakak, kadang sedih dan puncaknya, tentu saja nangis. Ada beberapa adegan yang membuat saya tertawa karena tingkah ibu Jisuk yang bisa dibilang kocak, apalagi saat Jisuk sedang melakukan proses persalinan anak pertamanya. Ups, spoiler!

Dari film ini saya banyak mengambil pelajaran. Bagaimana kita hidup tanpa ibu, betapa besarnya pengorbanan seorang ibu, sampai mereka rela walau harus masuk neraka demi anaknya. Menjaga kita dan berusaha membahagiakan kita bagaimanapun caranya. Dan betapa menderitanya seorang ibu saat anak yang disayanginya harus meninggalkannya, selamanya. Sungguh kasih ibu tiada batasnya. Dan dari film ini saya menyadari satu hal : seorang ibu tidak pernah meminta balas apapun dari anaknya, hanya bisa melihat anaknya bahagia atau anaknya bisa selalu disisinya sudah membuatnya bahagia.

“Ibu akan melakukan apa saja meski harus ke ujung dunia.” — A Long Visit

http://www.twivers.com/2014/12/watching-campaign-sharing-film.html

Kamis, 20 November 2014

Review 18 vs 29 – Loving You, Forgetting You



“Kau orang yang kucinta. Andai aku tidak mencintaimu, aku akan benar-benar hancur! Saat aku tidak mencintaimu, aku akan mengalami kekacauan layaknya hari ketika dunia ini berakhir.” (Hal. 200)


Judul : 18 vs 29 – Loving You, Forgetting You
Nama Penulis : Ji Su-hyun
Penerjemah : Rusmalasari dan Dwita Rizki Nientyas
Penyunting : Lelita Primadani
Proofreader : Emi Kusmiati
Penerbit : Qanita
Tanggal Terbit : Oktober 2013
Edisi : Cetakan Ketiga
ISBN : 978-602-9225-85-3


“Maaf, Anda siapa, ya ?

Dengan wajah bingung, wanita itu bertanya kepada suami yang selama duat tahun ini makan, tidur, dan hidup bersamanya.

Hye Chan
Mana mungkin paman jahat itu adalah suamiku ?! Aku masih delapan belas tahun dan belum menikah! Bisa-bisanya dia bilang aku sudah dua puluh sembilan tahun! Tapi, aku kaget saat melihat wajahku sendiri di cermin … benarkah ini aku ? Rambut pendek sebahu, wajah sangat dewasa … Ah, peduli amat! Aku tidak akan pernah menggubris orang yang mengaku-ngaku suamiku itu. Aku akan tetap bersikap seperti umur delapan belas, suka atau tidak suka.

Sang Yeong
Dulu, dia bilang akan melupakanku selamanya. Dan kini itu terjadi : dia kecelakaan, hilang ingatan, dan mengira dirinya masih berumur delapan belas. Betapapun aku bilang bahwa aku suaminya dan umurnya dua puluh sembilan, dia tetap tidak percaya. Baiklah. Lihat saja, Hye Chan. Aku akan membuatmu mengingat dan memanggil namaku lagi. Aku akan membuatmu hidup bersamaku, sekali lagi. Suka atau tidak suka.


             Review pertama saya. Maaf, salah ketik.
Ini adalah review pertama saya, dan akhirnya selesai juga *Yeyy. Pertama kali me-review sebuah novel menurut saya sulit *bukan blackgroud seorang pe-review. Tapi semoga bisa bermanfaat buat yang membacanya.
Okay sekilas cerita pembelian novel ini. Pada penasaran kan ? *Iya kan ? Okay abaikan. Sebenarnya sudah cukup lama saya melirik buku ini, tapi karena dompet masih dalam masa kritis alias bokek, jadi harus puasa dulu buat bisa dapetin buku ini. Yah, penuh berjuangan. Setelah ngubek-ngubek bazar buku yang diselenggarakan di Kota saya *Alhamdulilah, jarang ada bazar buku di Kota saya soalnya, akhirnya saya dapet buku ini dengan harga yang lumayan murah *menurut saya.
18 vs 29 berkisah tentang seorang wanita bernama Hee Chan, 29 tahun, semula berencana untuk bercerai dengan Sang Yeong suaminya. Seorang actor Korea terkenal dengan wajah tampan —entah karena alasan apa. Tapi keinginan itu belum terlaksana karena saat hendak bertemu dengan temannya Si Woo, untuk memberikan Naskah terakhirnya, dia mengalami kecelakaan yang mengakibatkan dirinya amnesia. Awalnya Sang Yeong mengira istrinya hanya pura-pura hilang ingatan dan dia marah besar akan hal itu, tapi ternyata istrinya memang benar-benar hilang ingatan.  Meskipun begitu Sang Yeong masih punya kesempatan untuk memperbaiki hubungan mereka dan mengembalikan pernikahan mereka.
“Aku ingin jadi janda!” (Hal.07)
            Di bagian prolog, penulis sudah memaparkan cerita yang langsung menampar para pembaca —termasuk saya, dengan menampilkan kalimat cetar membahana *hehe. Begitu membacanya saya langsung kaget sekaligus ingin cepat-cepat tahu bagaimana kisah selanjutnya *Ya karena saya termasuk tipe pembaca yang Fast Reader aka Roadrunner.
Banyak konflik yang tercipta di dalam novel ini. Penulis meramu ceritanya dengan sangat apik. Dengan tema yang sudah umum yaitu “Amnesia”, tapi gaya bahasanya yang bagus membuat novel ini sedikit berbeda. Tapi...
Ya, namanya juga mengkritik, selalu ada kekurangannya kan ?
Di awal saya membacanya, saya menghayati setiap cerita halaman demi halaman. Tapi setelah hampir setengah halaman saya membacanya, saya bosan dan ada beberapa bagian yang membuat saya bingung. Hmm, banyak bagian flashback yang muncul secara tiba-tiba dan membuat saya kebingungan. Saya perlu mencernanya lebih lanjut, baru saya mengerti. Saya juga pernah berhenti sejenak setelah membaca setengah halaman novel tersebut karena kurang menangkap cerita didalam novel.
Overall, novel ini cukup bagus. Covernya imut dengan judul novel yang unik. 18 vs 29 dan tentu saja dengan ending yang menggantung *saya paling tidak suka. 


 

Miss Romances Book Published @ 2014 by Ipietoon