Tampilkan postingan dengan label Catatan Pribadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Pribadi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Mei 2015

Kado Terindah Untuk Diri Sendiri



Source : here
Hadiah special apa yang pernah kamu berikan untuk diri sendiri atau orang lain?

Saya termasuk anak yang pendiam, kurang banyak bergaul dan lebih memilih mengurung diri dirumah dengan membaca buku. Tanpa tahu dunia luar, atau lebih tepatnya tidak ingin mengenal dunia luar. Mungkin ini juga pengaruh orangtua yang selalu mengkhawatirkan saya jika saya berada di luar rumah. Entahlah…saya tidak tahu kenapa orangtua saya memperkecil ruang gerak saya. Akibatnya, saya kurang memiliki teman. Kalaupun punya, saya jarang hangout dengan mereka.

Untuk itu, hadiah special yang pernah saya berikan untuk saya sendiri adalah sebuah perjalanan. Untuk mengenal dunia luar, untuk lebih tahu keindahan dan keunikan apa yang ada diluar sana, yang selama ini tidak saya ketahui. Mungkin, ada banyak hal juga yang tak mengenakkan diluar sana. Namun, kalau saya tak mencoba keluar dari cangkang saya waktu itu, saya tidak akan punya pengalaman apapun yang bisa saya ceritakan kepada cucu-cucu saya nanti.

Perjalanan yang saya maksud disini bukan melulu tentang bertamasya atau piknik, namun lebih ke tentang proses memperkaya hati. Bertemu banyak orang, menikmati setiap kenangan untuk menjadi diri sendiri, melepas segala ego tanpa ada yang menginterupsi. Saya seolah ingin mencari jati diri, mencari jawab atas banyak pertanyaan hidup yang saat ini masih terombang-ambing.

Saya memang termasuk orang yang sulit memulai sebuah pembicaraan dan cenderung pendiam juga pemalu. Padahal sebenarnya dalam hati saya, saya juga ingin berteman dengan banyak orang. Terbuka dengan mereka, bisa bercakap tentang banyak hal. Maka dari itu, dalam perjalanan ini saya menantang diri sendiri untuk mencari teman sebanyak yang saya mampu.

Waktu itu saya memaksa diri untuk meninggalkan zona nyaman saya jauh-jauh, mencoba untuk menikmati semua. Dan tentu saja banyak pengalaman seru yang terjadi. Selain itu, bukankah kebahagiaan seseorang ditentukan oleh orang itu sendiri? Kalau saya bisa membuat diri saya memikirkan segala sesuatu dari segi yang positif, pasti saya akan baik-baik saja.

Ketika akhirnya saya bisa berkenalan dengan seseorang disuatu kesempatan, saya tidak bisa menahan diri saya untuk tersenyum. Senangnya bukan main. Saya ingin berteriak dan berjingkat. Itu adalah hal yang luar biasa dan tak lumrah bagi diri saya yang notabene pendiam ini.

Dan cepat atau lambat, suatu saat kita harus keluar dari zona nyaman kita. Jika tidak, dunia kehidupan kita akan sekecil liang kelinci, hanya cukup ruangan bagi kita tanpa ada orang lain yang bisa masuk untuk berbagi. Dan saya tidak ingin seperti itu. Saya ingin hadiah perjalanan tersebut akan membuat saya menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya.

Saya pernah membaca sebuah kalimat yang sangat saya suka : “Yang paling menyenangkan dalam sebuah perjalanan adalah menemukan diri kita sendiri.” Benar bukan?

PS : Untuk kak Aprie Janti selamat ulang tahun ya! Wish you all the best! Semoga menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari hari ini. Sukses selalu untuk kakak & Giveaway-nya !!

Selasa, 06 Januari 2015

Corat Coret di Toilet



Ini coretan saya saat sedang kacau. Ya, karena menurut saya kita akan jujur pada hati kalau dengan keadaan kacau dan berantakan. Coretan ini sudah lama ingin saya publish tapi belum benar-benar ingin. Dan dengan adanya Hibah Buku Corat Coret di Toilet, saya jadi punya alasan buat mem-publishnya *hehe. Coretan ini adalah coretan yang memang ingin saya corat-coret di toilet kamar mandi perempuan di sekolah sendiri, soalnya kalo di toilet laki-laki takut ketahuan, eh nanti dikatain macem-macem lagi. Nggak jadi nyoret-nyoret malah kena malu jadinya haha.

Rapuh
Rapuh hati ini.
Sudah tidak bisa disembuhkan.
Luka yang mengaga, cukup lebar. Selebar gunung.

            Akahkah terus terluka?
            Iya… dan selamanya.
            Tak akan ada yang bisa menyembuhkan.
            Cukup sakit hingga membuat dada sesak.

Tangisan
Selalu dan selamanya.
Sendiri. Gelap dan menakutkan.
Tidak ada yang tahu.
Tidak ada yang mau.
            Hanya bayangan.
            Bayangan seseorang yang sama.
            Tidak dianggap, itulah kenyataannya.
            Sakit, sudah biasa.

Adakah ?
Adakah?
Mungkin tidak. Mungkin Iya.
Berapa lama lagi?
Bisakah berhenti sekarang?
Atau aku saja yang menghentikannya?
Bisa. Tentu saja.

Untuk alasan kenapa ingin mencorat-coret tulisan itu di toilet karena ingin saja. Mungkin dengan menulisnya di toilet segala resah dan kesal-ku terobati. Semua kekesalan dan kemarahan yang tidak bisa saya ungkapkan selama ini. Coretan itu bisa dibilang curhatan hati sih. Dan semoga yang membaca tulisan saya ini mengerti artinya ya! Hehe.

Minggu, 28 Desember 2014

Let to See, Dhaka!





Ada sebuah Novel telah menginspirasiku untuk pergi ke Dhaka. Well, untuk liburan sekaligus belajar menjadi seorang Volunteer trip disana. Itu semacam relawan yang akan mengajar anak-anak disana dan para orang dewasa dengan berbagai keterampilan yang bisa membuat kehidupan mereka lebih baik. Mungkin sebagian orang akan lebih memilih untuk liburan ke luar negeri. Menikmati pemandangan indah, berbelanja dan menghabiskan uang—tentunya. Mungkin sebagian dari kalian bertanya Dhaka itu dimana ? Well, Dhaka adalah salah satu kota besar yang sangat padat dengan populasi lebih dari 16 juta jiwa, dan berada di tepi Sungai Buriganga. Dan masuk dalam wilayah  Bangladesh. Selain kita bisa berbagi dengan anak-anak Dhaka dalam hal pembelajaran atau bisa dibilang kita mengajar mereka, disana maksudku Dhaka, banyak sekali tempat yang bagus dan cukup menarik. Tidak kalah dengan pemandangan yang ada di Eropa. Trust me!
           
            Dan ada satu permainan di Dhaka yang membuatku ingin sekali mencobanya. Namanya cricket. Penduduk Dhaka sangat suka bermain cricket, mereka bisa memainkan olahraga ini di mana saja. Taman, jalan, bahkan atap akan menjadi arena bermain cricket pada sore hari atau pun hari libur. Aku memang belum mengerti dengan pasti aturan permainannya maupun cara bermainnya, tapi kelihatannya memang menyenangkan. Bagi saya yang memang menyukai Novel sangat berharap bisa mampir sejenak ke Dhaka’s Old Market, area toko buku yang sangat populer dan terdapat semua jenis buku yang mungkin sedang aku cari. Dan jika sebuah buku tidak tersedia di Dhaka’s Old Market maka buku itu tidak ada di dunia ini. Wow, sangat menarik saya untuk setidaknya kesana sekali seumur hidup.

            By the way, ada sebuah makanan dan minuman di Dhaka yang membuatku penasaran bagaimana rasanya. Sebut saja Cha dan Chanachur. Cha adalah teh yang dicampur dengan susu, minuman kesukaan penduduk Dhaka. Bahkan, di Dhaka seandainya kita memesan teh maka yang diantar adalah cha. Sedangkan chanachur adalah jenis camilan yang merupakan campuran kacang, kacang panjang, jagung, buncis, cornflakes,  dan beberapa bahan lainnya. Dan jika waktuku disana masih ada, aku juga ingin pergi ke distrik paling utara Dhaka, menyusuri Sungai Tongi di sore hari. Pasti menyenangkan dengan menyewa kapal-kapal kecil yang memang disewakan di sepanjang bantaran sungai. Sungai Tongi memang jauh lebih bersih dari Sungai Buriganga, tapi airnya sama keruhnya. Tetapi anehnya, tidak berbau.

            Sebuah perjalanan impian yang entah kapan akan terwujud. Tapi aku benar-benar ingin merasakan bagaimana susahnya jadi seorang Volunteer trip di Dhaka, paling tidak aku akan mendapat pelajaran dari setiap apa yang kulakukan disana. Memberi sedikit ilmu yang kupunya untuk mereka—anak-anak Dhaka, adalah impian terbesarku.

“Tidak ada hal yang lebih indah daripada berbagi kepada sesama, terutama untuk Dhaka.”

Selasa, 09 Desember 2014

Doa dan Harapan Seorang Calon Ibu



Kalau saya ditakdirkan hamil, saya sangat berharap bisa melahirkan buah hati saya nanti dengan cara normal.

Ada alasan khusus kenapa saya ingin melahirkan dengan cara normal. Menurut saya melahirkan secara normal itu punya arti tersendiri. Saya seperti benar-benar menjadi seorang ibu ‘sejati’. Sejati yang saya maksud itu adalah saat kita merasakan bagaimana proses-proses menuju kelahiran. Mulai dari pembukaan pertama sampai yang terakhir. Merasakan kesakitan yang sebenarnya menurut saya merupakan hal yang membahagiakan. Dan tentu saja, pasti banyak kejadian-kejadian menarik yang mengiringi persalinan saya nanti. Entah hal yang menyenangkan, mengharukan atau menegangkan. Sebuah pengalaman yang bisa saya ceritakan kepada buah hati saya nanti.

Dan bagaimana nantinya saya memperjuangkan kedua nyawa. Antara diri saya sendiri dan buah hati saya. Memperjuangkan kelangsungan hidup kami berdua. Antara hidup dan mati. Saya berharap dalam persalinan saya nanti, Tuhan memperlancar prosesnya dan menyelamatkan kami berdua *doa seorang calon ibu. Amiin.

Pasti setiap ibu akan merasa bahagia saat dirinya dan buah hatinya selamat dalam persalinan. Bahagia yang tidak bisa dirangkai dengan kata-kata. Sebuah pengalaman yang pasti tidak bisa terlupakan seumur hidup.

Menurut saya, melahirkan secara normal adalah sebuah anugerah, karena tidak semua wanita bisa melahirkan secara normal. Semua calon ibu pasti ingin melahirkan anaknya dengan cara normal bukan ? walaupun mungkin sebagian ada yang ingin melahirkan dengan cara lain karena alasan tertentu atau karena kondisi yang tidak memungkinkan untuknya melahirkan dengan cara normal. Dan saya yakin Tuhan hanya memberi kesempatan seperti itu bagi kita —calon ibu yang memang sudah siap secara lahir batin untuk merasakan rasa sakit yang luar biasa tidak bisa kita ungkapkan dengan kata-kata.

Menjalani persalinan secara normal juga akan membuat saya merasakan bagaimana ibu saya dulu melahirkan saya. Sedikit flashback, saya salut dengan ibu saya. Dia melahirkan saya dan adik saya *kami dilahirkan kembar, dengan penuh perjuangan. Saya sangat terharu saat mendengarkan cerita dari ibu saya bagaimana perjuangannya saat melahirkan saya dan adik saya.

Saat beliau mengandung kami berdua, dan tentu saja dengan perut yang super besar dan berat-nya yang mungkin tidak bisa saya bayangkan. Kasih sayang beliau yang mengandung kami berdua selama 9 bulan dengan segala macam cobaan membuat saya ingin selalu membahagiakannya.



http://bunda.chemistrahmah.com/giveaway-ceritaku-tentang-hamil-dan-melahirkan.html

 

Miss Romances Book Published @ 2014 by Ipietoon