Selasa, 30 Desember 2014

Mizan #CLBK2014



Kalo nggak ada kamu, nggak seru!

Awal bertemu dengan penerbit Mizan saat Mizan 6th Online BookFair di salah satu Website Toko Buku Online. Waktu itu aku cuma iseng aja lihat-lihat kalo memang ada yang tertarik. Dan memang benar, aku langsung jatuh cinta pada buku-bukunya.

Pertama kepincut sama novel karya Guiyeoni yang berjudul Outsider. Setelah membaca book blurd-nya yang keren banget dan bikin penasaran, tanpa pikir panjang langsung memasukkannya ke keranjang belanjaan. Lalu aku semakin penasaran dong, jadi aku terus menelusuri lagi siapa tahu dapet yang cocok dan ternyata Outsider itu berseri. Jadi di Mizan 6th BookFair itu aku dapet 3 seri buku Outsider karya Guiyeoni.





Dan untuk kedua kalinya yaitu di Mizan 7th Online BookFair aku menemukan Novel seri Romance In Their Own  tetep karya Guiyeoni, penulis asal Korea. Tapi buat dapetin seri Romance In Their Own ini agak susah juga karena di Toko Buku Online yang saya kunjungi hanya terdapat satu seri saja, sedangkan yang lain stok-nya habis. Kalang kabut lah aku! Tapi untung aja di Toko Buku Online yang lainnya stok masih ada, jadi bisa keburu belinya.

Masih di Mizan 7th Online BookFair aku kembali menemukan novel karya Kak Guiyeoni yang lain yaitu Five Star. Tanpa pikir panjang aku memasukkannya ke keranjang belanjaan.  Boros ya! Tapi mau gimana lagi, aku selalu kalap kalau udah menyangkut buku, Toko Buku Online dan diskon yang super gede itu. Ngiler pastinya. Gimana nggak kalap juga coba, kita cuma butuh koneksi dan tidak beranjak dari sofa, setelahnya paketan kita datang. It’s Simple! 



 Dan yang ini terakhir dan memang paling aku inginkan. Novel karya saudara kembar. Kak Evi Sri Rezeki dan Kak Eva Sri Rahayu. Cine Us dan Love Puzzle. Ada juga Novel terjemahan yaitu a Love at First Sight. Dan juga salah satu buku yang memang udah aku incer yaitu Remember Dhaka yang saya beli di toko buku yang juga mengadakan Mizan 7th BookFair.


Saat akhirnya paketan buku-bukunya dateng, senengnya minta ampun! Dan setelah dibaca, Nggak nyesel. Ceritanya banguss banget!!!

Dan aku sangat menanti kehadiran Outsider ke-4 yang aku sendiri juga nggak tahu kapan aku terbit. Semoga cepat terbit ya!


Apalagi di akhir tahun ini Mizan mengeluarkan Pesta Buku Murah Akhir Tahun yang lagi-lagi saya beli juga. Kali ini saya beli komik. Tapi, karena masih dalam tahap proses, jadi nggak bisa upload bukunya. Semoga even-even seperti ini tetap ada. Karena saya selalu menantikannya.

Saya juga suka stalking akun twitter penerbit Mizan, sampai pernah nggak sengaja sering lihat tweet semacam ini.



Dari tweet ini saya diingatkan untuk sholat. Wahh…langsung buru-buru tinggalin hp dan langsung ambil air wudhu deh, hehe. Terimakasih buat Mizan yang selalu mengingatkan followers-nya untuk tetap beribadah. Terimakasih juga dengan diadakannya even-even online seperti Mizan Online BookFair dan Pesta Buku Murah Akhir Tahun.

Senin, 29 Desember 2014

[Master Post] Comic Reading Challenge 2015





Untuk tahun ini, saya juga mengikuti Challenge Comic Reading Challenge 2015 . Ya, saya akui kalau saya memang termasuk pencinta komik juga. Sewaktu masih SMP, hampir semua komik yang ada di perpuskatakan sekolah sudah saya lahap habis *eh. Tapi saat saya memasuki SMK, saya jarang membaca komik karena keinginan membaca saya teralih pada Novel. Jadi dengan adanya Comic Reading Challenge 2015, saya berhadap bisa membangkitkan minat saya lagi dalam membaca komik. Terutama komik Detektif  Conan, kesukaan saya hehe. Apalagi Challenge ini menurut saya masih baru, dan idenya cukup bagus.

Bagi teman-teman yang tertarik untuk mengikuti ini, bisa membaca rules-rules yang telah ditetapkan oleh blog TheCute Geek.
1.   Peserta berdomisili di Indonesia (agar memudahkan pengiriman hadiah nantinya).
2.   Memulai membaca tanggal 1 Januari 2015 jam 00.00 sampai 31 Desember 2015 jam 23.59. Jika baru tahu challenge ini saat challenge sudah berlangsung, boleh ikut sebelum tanggal 9 September 2015. Digabungkan dengan challenge lain tidak masalah.
3.    Memposting challenge ini ke blognya dan link direct ke blog The Cute Geek serta memasang banner di blogscroll. 
4.   Di akhir tahun akan diundi siapa yang bisa menyelesaikan challenge ini per kategori. Masing-masing akan mendapatkan hadiah uang tunai 50 ribu yang akan dikirimkan ke rekening masing-masing(*ω) (karena kalau mengirimkan paket komik takutnya pada sudah punya komik itu). Pengundian menggunakan random.org dan pengumuman pemenang pada minggu pertama bulan Januari 2016.
5.   Jenis-jenis kategori dalam challenge ini :
·    Rookie : 18 - 50 komik
·    Ultimate : 51 - 99 komik
·    Supernova : > 100 komik
Dan nanti jika kamu memilih kategori 'Rookie' namun ternyata bisa tembus ke 'Ultimate', silahkan melapor. Namun jika ada yang tidak melapor tapi melihat telah melewati kategori yang ajukan di awal, maka aku akan menggugurkannya.  Aku strick soal peraturan sih, haghaghag.
Pelaporan kenaikan kategoti ke
smeileng18@gmail.com
6.   Komik harus yang paperback/Ebook. Membaca di website manga gratis tidak akan dihitung. Setiap postingan harus ada foto komik yang dibaca (paperback) atau screen capture (Ebook). 
7.   Mencantumkan label Comic Reading Challenge di setiap postingan agar lebih mudah di data. 
8.   Mengisi formulir Google Sheet yang tersedia di postingan blog The Cute Geek sebagai persetujuan bahwa kalian berpartisipasi pada challenge ini.
9.   Penyelenggara berhak menggugurkan peserta yang ketahuan melanggar peraturan challenge ini.
10. Untuk penyubmitan link blog yang mengikuti challenge ini, silahkan mengisi form di postingan blog TheCute Geek.
   Note : Dan buat kalian yang pengen ikutan Comic Reading Chellenge 2015 dan pengen tahu keterangan lebih lanjutnya cek disini 


                So, are you interested in join us?

Minggu, 28 Desember 2014

[Master Post] 2015 JOGLOSEMAR Tantangan Babat Timbunan




http://www.okydanbuku.com/2014/12/2015-joglosemar-tantangan-babat-timbunan.html?m=1

Untuk tahun ini, saya mengikuti Challenge Babat Habis Timbunan. Ya, saya akui kalau saya memang termasuk pencinta buku. Dan yang saya lakukan hanyalah membeli buku. Menimbun buku. Dan Mengkoleksi buku tanpa sempat membacanya.

Tahun lalu, yaitu 2014 bisa dibilang puluhan buku telah saya beli. Ada obral, beli. Ada buku inceran, beli. Penulis favorit nerbitin buku, beli. Baca review di Goodreads dan kelihatan bagus, beli. Yahh, sayang banget kalo sampai nggak dibeli apalagi kalau ada obral besar-besaran. Dipikiran saya waktu itu, kan mumpung ada diskon *hehe.

Akibatnya : Kantong jebol dan dompet nangis. Sampai-sampai bingung mau naruh koleksi buku dimana karena tempatnya yang sudah tidak muat lagi.

Well, dengan adanya Challenge ini, saya merasa tertantang untuk membabat habis buku yang saya timbun selama 2014 yang lalu. Dan menurut saya, Challenge ini lumayan bermanfaat buat ngerem nafsu menimbun dan membeli yang memang sudah akut parah.

I pledge myself to read 5 pile of books before…
1.     I buy 2 book
2.     I borrow/swap 1 book

Artinya : saya boleh membeli atau meminjam buku saja setelah membaca 5 buku. Dan boleh meminjam1 buku*maklum lah saya orangnya suka kalap kalau ada di toko buku, jadi dengan ketentuan seperti ini saya jadi bisa ngerem karena kadang lebih dari dua sih belinya hehe.

Let see what I’ve read so far…
1.      Remember Dhaka by Dy Lunaly on xx/01/2015
2.      A Love at First Sight by Jennifer E. Smith on xx/01/2015
3.      Cine Us by Evi Sri Rezeki on xx/01/2015
4.      Love Puzzle by Eva Sri Rahayu on xx/01/2015
5.      Why by Cuncun on xx/01/2015


After each (hopefully) 5 books, I’ve bought…
1.      xxx by xxxx on xx/01/2015
2.       

Note : Yang saya kasih link berarti ada reviewnya~
Dan buat kalian yang pengen ikutan puasa buku dan pengen tahu keterangan lebih lanjutnya cek disini

So, are you interested in join us?
Mari puasa beli buku~ and good luck!

Let to See, Dhaka!





Ada sebuah Novel telah menginspirasiku untuk pergi ke Dhaka. Well, untuk liburan sekaligus belajar menjadi seorang Volunteer trip disana. Itu semacam relawan yang akan mengajar anak-anak disana dan para orang dewasa dengan berbagai keterampilan yang bisa membuat kehidupan mereka lebih baik. Mungkin sebagian orang akan lebih memilih untuk liburan ke luar negeri. Menikmati pemandangan indah, berbelanja dan menghabiskan uang—tentunya. Mungkin sebagian dari kalian bertanya Dhaka itu dimana ? Well, Dhaka adalah salah satu kota besar yang sangat padat dengan populasi lebih dari 16 juta jiwa, dan berada di tepi Sungai Buriganga. Dan masuk dalam wilayah  Bangladesh. Selain kita bisa berbagi dengan anak-anak Dhaka dalam hal pembelajaran atau bisa dibilang kita mengajar mereka, disana maksudku Dhaka, banyak sekali tempat yang bagus dan cukup menarik. Tidak kalah dengan pemandangan yang ada di Eropa. Trust me!
           
            Dan ada satu permainan di Dhaka yang membuatku ingin sekali mencobanya. Namanya cricket. Penduduk Dhaka sangat suka bermain cricket, mereka bisa memainkan olahraga ini di mana saja. Taman, jalan, bahkan atap akan menjadi arena bermain cricket pada sore hari atau pun hari libur. Aku memang belum mengerti dengan pasti aturan permainannya maupun cara bermainnya, tapi kelihatannya memang menyenangkan. Bagi saya yang memang menyukai Novel sangat berharap bisa mampir sejenak ke Dhaka’s Old Market, area toko buku yang sangat populer dan terdapat semua jenis buku yang mungkin sedang aku cari. Dan jika sebuah buku tidak tersedia di Dhaka’s Old Market maka buku itu tidak ada di dunia ini. Wow, sangat menarik saya untuk setidaknya kesana sekali seumur hidup.

            By the way, ada sebuah makanan dan minuman di Dhaka yang membuatku penasaran bagaimana rasanya. Sebut saja Cha dan Chanachur. Cha adalah teh yang dicampur dengan susu, minuman kesukaan penduduk Dhaka. Bahkan, di Dhaka seandainya kita memesan teh maka yang diantar adalah cha. Sedangkan chanachur adalah jenis camilan yang merupakan campuran kacang, kacang panjang, jagung, buncis, cornflakes,  dan beberapa bahan lainnya. Dan jika waktuku disana masih ada, aku juga ingin pergi ke distrik paling utara Dhaka, menyusuri Sungai Tongi di sore hari. Pasti menyenangkan dengan menyewa kapal-kapal kecil yang memang disewakan di sepanjang bantaran sungai. Sungai Tongi memang jauh lebih bersih dari Sungai Buriganga, tapi airnya sama keruhnya. Tetapi anehnya, tidak berbau.

            Sebuah perjalanan impian yang entah kapan akan terwujud. Tapi aku benar-benar ingin merasakan bagaimana susahnya jadi seorang Volunteer trip di Dhaka, paling tidak aku akan mendapat pelajaran dari setiap apa yang kulakukan disana. Memberi sedikit ilmu yang kupunya untuk mereka—anak-anak Dhaka, adalah impian terbesarku.

“Tidak ada hal yang lebih indah daripada berbagi kepada sesama, terutama untuk Dhaka.”
 

Miss Romances Book Published @ 2014 by Ipietoon